Jumat, 03 Juli 2015

cincin kawin

cincin kawin 


gambar .1.  ( Rp . 7,500,000 )
cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan 
spesifikasi cincin kawin .1. 
Emas Kuning 75%  : 10 gr
Berlian 0,10 ct         :   2 butir 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery


gambar .2.  ( Rp 7,500,000 )
cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan
spesifikasi cincin kawin 2
Emas kuning 75%  : 10 gr
Berlian 0,10 ct         :  2 butir 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery

Kamis, 02 Juli 2015

cincin kawin

Bismillkahirahmanirahim
sahabatku semua yag dirahmati Allah, judul yang membuat pertanyaan yang mendalam, kanapa aku harus menikahimu ? pertanyaan yang harus dijawab dengan sejujurnya, seberapa pentingkah pertanyaan itu sehingga harus dijawab? dan kenapa juga harus dijawab? siapa diantara kalian yang mau menjawabnya untukku ?
sahabatku, Membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis memang menjadi dambaan. Namun tentu saja untuk mencapainya bukan persoalan mudah. Butuh kesiapan dalam banyak hal terutama dari sisi ilmu agama. Sesuatu yang mesti dipunyai seorang istri, terlebih sang suami.
Tidak salah jika ada yang mengatakan bahwa menikah berarti menjalani hidup baru. Karena dalam kehidupan pasca pernikahan memang dijumpai banyak hal yang sebelumnya tidak didapatkan saat melajang. Tentunya semua itu bisa dirasakan oleh mereka yang telah membangun mahligai rumah tangga.
“aku ingin bersamamu dalam naungan ilmu menggapai ridho Allah yang mulia”
sebuah kisah yang harus kita selami maknanya…..
Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
dan akhirnya sipemuda itu mau menikahinya calon istri yang dipilihkan oleh ibunya tersebut lalu sipemuda itu melamarnya dan membawa sebuah cincin kawin yang akan melingkat dijari manis siwanita tersebut . dan menjadilah kelurga yang sakinah , mawwadah , dan warromah 
sebagai tanda buktinya ia sehari hari melengakpinya dengan menggunakan cincin kawin yang ia ikrarkan dulu saat pernikahan 

Sabtu, 13 Juni 2015

cincin kawin


  • Apakah arti akad nikah?
Akad nikah adalah perjanjian antara wali dari mempelai wanita dengan mempelai laki-laki dimuka paling sedikit dua orang saksi yang mencukupi syarat menurut syariah.
  • Terdiri dari apa saja akad nikah itu?
Akad nikah terdiri atas :
  1. Ijab, yakni penyerahan mempelai wanita oleh walinya kepada mempelai laki-laki.
  2. Qabul, yakni penerimaan mempelai wanita oleh mempelai laki-laki.
Ijab itu harus segera dijawab, dengan qabul secara langsung dan tidak ragu-ragu.

Jumat, 12 Juni 2015

cincin kawin

cincin kawin 

( gambar 1 . terbuat dari bahan emas 10 gram  seharga  Rp 4,900,000 harga kadar emas 75 % harga emas pergram senilai Rp. 440,000 dan ongkos pembuatan cincin kawin seharga Rp. 500,000 )


( gambar 2 . terbuat dari bahan palladium 10 gram dan berlian ukuran 0,05 ct ( 5 butir ) jadi satu pasang cincin kawin ini seharga Rp. 6,550,000 harga palladium pergram seharga Rp.280,000 dan harga berlian satu  butirnya Rp.650,000 dan ongkos pembuatan satu pasang cincin kawin Rp.500,000 



( cincin kawin sangat dibutuhkan untuk pernikahan 
spesifikasi cincin kawin 3
Emas kuning 75%  : 10 gr
Berlian 0,10 ct         :   2 butir 
" Harga sewaktu waktu bisa berubah tanpa konfirmasi "

*harap konfirmasi terlebih dahulu ke admin duta jewellery  )



 

Rabu, 10 Juni 2015

cincin kawin

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Meminang, atau melamar, atau bertunangan, atau sering diistilahkan dengan tukar cincin, maksudnya seorang laki-laki meminta kepada seorang perempuan untuk menjadi isterinya, dengan cara-cara yang sudah umum berlaku di tengah-tengah masyarakat. Meminang termasuk usaha pendahuluan dalam rangka perkawinan. Allah menggariskan agar masing-masing pasangan yang mau kawin, lebih dulu saling mengenal sebelum dilakukan aqad nikahnya, sehingga pelaksanaan perkawinannya nanti benar-benar berdasarkan pandangan dan penelitian yang jelas.  Istilah tunangan tidak dikenal dalam istilah syariah. Tapi kalau mau dicarikan bentuk yang paling mendekatinya, barangkali yang paling mendekati adalah khitbah, yang artinya meminang. Tetapi tetap saja ada perbedaan asasi antara tunangan dengan khitbah. Paling tidak dari segi aturan pergaulannya. Sebab masyarakat kita biasanya menganggap bahwa pertunangan yang telah terjadi antara sepasang calon pengantin sudah setengah dari menikah. Sehingga seakan ada hukum tidak tertulis bahwa yang sudah bertunangan itu boleh berduaan, berkhalwat berduaan, naik motor berboncengan, makan, jalan-jalan, nonton dan bahkan sampai menginap.
Sedangkan khitbah itu sendiri adalah ajuan lamaran dari pihak calon suami kepada wali calon istri yang intinya mengajak untuk berumah tangga. Khitbah itu sendiri masih harus dijawab iya atau tidak. Bila telah dijawab ia, maka jadilah wanita tersebut sebagai 'makhthubah', atau wanita yang telah resmi dilamar. Secara hukum dia tidak diperkenankan untuk menerima lamaran dari orang lain. Namun hubungan kedua calon itu sendiri tetap sebagai orang asing yang diharamkan berduaan, berkhalwat atau hal-hal yang sejenisnya.

1. Yang boleh dipinang

Perempuan yang boleh dipinang bilamana memenuhi dua syarat, yaitu :
1. Tidak ada halangan hukum.
Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan hukum yang melarang dilangsungkannya perkawinanMisalnya wanita itu sedang menjadi istri seseorang. Atau wanita itu sudah dicerai atau ditinggal mati suaminya, namun masih dalam masa `iddah. Selain itu wanita yang dilamar tidak termasuk dalam daftar orang-orang yang masih menjadi mahram bagi seorang laki-laki. Maka di dalam Islam tidak dikenal ada seorang laki-laki meminang adiknya sendiri, atau ibunya sendiri atau bibinya sendiri. 
2. Belum dipinang orang lain secara sah.
Jika si wanita telah dipinang lebih dulu oleh orang lain,  maka   tidak boleh dipinang. Karena melamar wanita yang telah dilamar Lelaki lain (meskipun belum memberi jawaban), itu berarti melamar secara resmi. Dari Abu Hurairah, Ia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,”Seorang lelaki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang saudaranya(HR. Ibnu Majah).

2. Meminang bekas isteri orang yang sedang iddah

1. Meminang bekas istri orang lain yang sedang iddah, haram hukumnya; baik karena iddah kematian atau iddah karena cerai, baik cerai raj'iy atau cerai ba'in.
2. Perempuan yang sedang iddah karena  talak raj'iy, maka ia haram dipinang,   sebab masih ada ikatan dengan bekas suaminya, dan suaminya juga masih     berhak untuk merujuknya sewaktu-   waktu ia  suka.
3. Perempuan yang sedang iddah karena  kematian suaminya, maka ia boleh   dipinang secara sindiran di masa  iddahnya, tapi diharamkan  meminang secara terang-terangan. Sebagaiman firman Allah swt.:
وَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِيمَا عَرَّضۡتُم بِهِۦ مِنۡ خِطۡبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوۡ أَڪۡنَنتُمۡ فِىٓ أَنفُسِكُمۡ‌ۚ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمۡ سَتَذۡكُرُونَهُنَّ وَلَـٰكِن لَّا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّآ أَن تَقُولُواْ قَوۡلاً۬ مَّعۡرُوفً۬ا‌ۚ وَلَا تَعۡزِمُواْ عُقۡدَةَ ٱلنِّڪَاحِ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ ٱلۡكِتَـٰبُ أَجَلَهُ ۥ‌ۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُ‌ۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ۬
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu  dengan sindiran atau kamu menyembunyikan [keinginan mengawini mereka] dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan [kepada mereka] perkataan yang ma’ruf . Dan janganlah kamu ber’azam [bertetap hati] untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (QS.Al-Baqarah: 235).
4. Yang dimaksud dengan wanita-wanita disini adalah perempuan yang sedang iddah karena kematian suaminya. Sedang yang dimaksud sindiran adalah mengucapkan kata-kata tersuratnya berlainan dengan tersiratnya. Contoh kata-kata sindiran: "Saya ingin kawin, atau saya mengharapkan sekali kiranya Allah akan memudahkan jalan bagika memperoleh isteri yang shalehah, atau Sesungguhnya Allah memberikan kepadamu seorang pengemudi yang lebih baik bagi kamu," Termasuk juga meminang dengan sindiran ini memberikan hadiah kepada perempuan yang sedang iddah. Boleh juga si laki-laki memuji dirinya sendiri dengan menyebutkan jasa-jasa baiknya sebagai cara meminang dengan sindiran.
5. Rasulullah saw pernah masuk ke rumah Ummu Salamah ketika ia masih iddah karena kematian suaminya, Abu Salamah, Kata beliau: "Tentu engkau sudah tahu aku ini seorang Rasul, dan Rasul terbaik serta betap mulianya kedudukannku di kalangan bangsaku"(HR.Daruquthni, Hadits ini Munqathi karena ada seorang rawi bernama Muhammad Al-Ba-Qir bin Ali yang tidak pernah bertemu dengan Nabi). 
Perbuatan Nabi tersebut termasuk meminang.

3. Meminang pinangan orang lain.

1. Dalil larangan menyerobot pinangan orang lain
Meminang pinangan saudaranya, berarti ia menyerang hak dan menyakiti hati peminang pertama, memecah belah hubungan kekeluargaan dan mengganggu ketenteraman, hukumnya diharamkan.
Dari Uqbah bin 'AmirRasulullah saw bersabda: " Orang mukmin satu dengan lainnya bersaudara, tidak boleh ia membeli barang yang sedang dibeli saudaranya dan meminang pinangan saudaranya sebelum ia tinggalkan." (HR.Ahmad dan Muslim).
Tirmidzi meriwayatkan dari Syafi'i tentang makna hadits di atas, sbb.:
- Bilamana perempuan yang dipinang sudah ridha dan senang, maka tidak seorangpun boleh meminangnya lagi. Tetapi kalau belum tahu ridha dan senangnya, maka tidaklah berdosa meminangnya.
- Bila laki-laki kedua meminang sesudah laki-laki pertama diterima, kemudian menikah, hukumnya berdosa, tetapi perkawinannya tetap sah, sebab yang dilarang adalah larangan tentang meminang, dan meminang bukan salah satu syarat sahnya nikah.
- Tetapi Imam Daud berkata: Perkawinannya dengan peminang kedua harus dibatalkan baik sudah persetubuhan ataupun belum, wallaahu a'lam.
2. Keutamaan merahasiakan pinangan.
Merahasiakan pelamarannya (tidak mengumumkan ke orang banyak) adalah upaya penjagaan rasa malu dan harga diri masing-masing pihak manakala di kemudian hari tidak berlanjut ke jenjang pernikahan. Dari Ummu Salamah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”.
3. Dib0lehkan wanita melamar pria.
Wanita melamar laki-laki Secara syar’i tidak masalah. ”Dari Tsabit, ia berkata,”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnya ada seorang anak perempuannya. Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuan kepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? Kemudian anak perempuan Anas menyeletuk,”Betapa tidak malunya perempuan itu!” Lalu Anas menjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah, karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau”. (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan betapa hukum Islam sangat menjunjung tinggi hak wanita. Mereka tidak hanya berhak dilamar tetapi juga memiliki hak untuk melamar lelaki yang disukainya. 

4. Anjuran Melihat pinangan Terlebih Dahulu

Dalam Islam tidak dikenal istilah setengah halal lantaran sudah dikhitbah. Dan amat besar kesalahan kita ketika menyaksikan pemandangan pasangan yang sudah bertunangan atau sudah berkhitbah, lalu beranggapan bahwa mereka sudah halal melakukan hal-hal layaknya suami istri di depan mata, lantas diam dan membiarkan saja. Apalagi sampai mengatakan, "Ah biar saja, toh mereka sudah bertunangan, kalo terjadi apa-apa, sudah jelas siapa yang harus bertanggung-jawab." Padahal dalam kaca mata syariah, semua itu tetap terlarang untuk dilakukan, bahkan meski sudah bertunangan atau sudah melamar, hingga sampai selesainya akad nikah. Dan hanya masyarakat yang sakit saja yang tega bersikap permisif seperti itu. Padahal apapun yang dilakukan oleh sepasang tunangan, bila tanpa ada ditemani oleh mahram, maka hal itu tidak lain adalah kemungkaran yang nyata. Haram hukumnya hanya mendiamkan saja, apalagi malah memberi semangat kepada keduanya untuk melakukan hal-hal yang telah diharamkan Allah.
Melihat calon/ wanita. Melihat yang dimaksudkan disini adalah melihat diri wanita yang ingin dinikahi dengan tetap berpanutan pada aturan syar’i.
Sebaiknya laki-laki lebih dulu melihat perempuan yang akan dipinangnya sehingga dapat diketahui kecantikannya yang bisa jadi satu faktor menggalakkan dia untuk mempersuntinnya, atau untuk mengetahui cacat-celanya yang bisa jadi penyebab kegagalannya sehingga berganti mengambil orang lain.

  1. Dari Anas bin Malik, ia berkata,”Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahi seorang perempuan. Lalu rasulullah Saw. Bersabda,”Pergilah untuk melihat perempuan itu karena dengan melihat itu akan memberikan jalan untuk dapat lebih membina kerukunan antara kamu berdua”. Lalu ia melihatnya, kemudian menikahi perempuan itu dan ia menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu.(HR. Ibnu Majah: dishohihkan oleh Ibnu Hibban, dan beberap hadits sejenis juga ada misalnya diriwayatkan Oleh Tirmidzi dan Imam Nasai).
  2. Dari Jabir bin 'Abdullah, Rasulullah saw. bersabda: "Jika seseorang dari kamu mau meminang seseorang perempuan kalau bisa lihat lebih dahulu apa yang menjadi daya tarik untuk mengawininya, maka hendaklah dilakukannya." (HR.Abu Daud).
  3. Dari Mughirah bin Syu'bah; ia pernah meminang seorang perempuan, lalu kataRasulullah kepadanya: "Sudahkah kau lihat dia?" Jawabnya: "Belum." Sabdanya:"Lihatlah lebih dahulu agar nantinya kamu bisa hidup bersama lebih langgeng.(HR.Nasa'i, Ibnu Majah dan Turmudzi).
Tempat - tempat yang boleh dilihat
Dengan melihat, dapat diketahui cantik atau jeleknya seorang perempuan. Adapun sifat-sifat yang bertalian dengan akhlak, dapatlah diketahui dari sifatr lahirnya atau ditanyai atau bertanya kepada mereka-mereka yang dekat dengannya, atau melalui tetangganya, atau dengan perantaraan menanyai kalangan keluarganya yang sangat dipercayainya seperti ibu dan saudara-saudara perempuannya.
Nabi pernah mengutus Ummu Sulaim untuk mendatangi seorang perempuan, lalu sabdanya: "Lihatlah urat kentirnya dan ciumlah kuduknya. " Dalam riwayat lain dikatakan : ... dan ciumlah gigi depannya (HR.Ahmad, Hakim, Thabrani dan Baihaqi). Maksudnya mencium gigi depan adalah untuk mengetahui bau mulutnya.
1. Hadits-hadits tentang melihat pinangan tidak menentukan tempat-tempat khusus dimana saja kebolehannya, maka sudah barang tentu para ulama berbeda-beda pendapat mengenai tempatnya. Namun secara umum jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bagian badan yang boleh dilihat yaitu muka dan telapak tangan. Muka menggambarkan cantik atau jeleknya, sementara tapak tangan dapat menggambarkan subur atau tidaknya badan.
2. Bilamanan laki-laki melihat pinangannya, ternyata tidak menarik, hendaklah ia diam, dan jangan mengatakan sesuatu yang dapat menyakitkan hati, sebab boleh jadi perempuan itu akan disenangi oleh laki-laki lain.
3. Perempuan juga berhak melihat laki-laki yang meminangnya, guna mengetahui hal-hal yang bisa menyebabkan ia tertarik sebagaimana yang berlaku pada laki-laki.
Umar berkata: Janganlah anda nikahkan putri-putri anda dengan laki-laki yang jelek, karena hanya dia (laki-laki tersebut) yang merasa senang kepadanya, sedang dia (perempuan) tidak menyukainya.

                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                              “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Senin, 08 Juni 2015

cincin kawin

Cincin adalah perhiasan sepanjang masa yang sudah digunakan sejak dulu untuk menambah penampilan seseorang. Adalah lebih bijak untuk mendapatkan informasinya sebelum anda memutuskan akan membeli perhiasan cincin yang seperti apa.

Berikut adalah jenis cincin berdasarkan kegunaannya:

Cincin Perhiasan Fashion

Cincin Natural Amethyst Ring 7Biasanya cincin seperti ini kerangka cincinnya dibuat secara masal dan menggunakan batu sintesis dan zircon sebagai hiasannya. Cincin Fashion biasanya dijual mulai dikisaran ratusan ribu dan jika cincin tersebut memiliki model yang unik dan tidak pasaran serta menggunakan batu mulia asli dan berbahan dasar perak atau emas maka harganya berkisar jutaan rupiah sampai ratusan juta rupiah.
Model Cincin untuk perhiasan fashion banyak kita temua baik dengan model Victorian, Vintage, Retro, dan Trilogy.

Cincin Casual

Jenis cincin ini biasanya terbuat dari lapis perak atau lapis emas, karena untuk dipakai sehari-hari. Banyak wanita dan pria yang sering bergonta-ganti cincin untuk menyesuaikan dengan suasana hati mereka dan untuk menemani selera berbusana.

Cincin Tunangan

Banyak cincin tunangan yang dijual dipasaran menggunakan bahan perak atau emas, namun belakangan ini ada suatu trend cincin tunangan menggunakan metal gold filled dengan alasan bahwa salah satu pasangannya alergi terhadap perak atau tidak diperbolehkan memakai emas. Harga cincin tunangan termurah dipasaran biasanya dijual mulai dari Rp. 1jt per pasang.

Cincin Kawin

Cincin yang digunakan untuk moment spesial dalam hidup seseorang dan bahkan mungkin hanya sekali seumur hidup orang membeli cincin untuk pernikahan. Cincin kawin biasanya terbuat dari emas 24 karat dan di Indonesia terkadang cincin kawin juga punya nilai investasi, jadi dalam keadaan darurat ekonomi cincin ini bisa dijual atau di gadaikan untuk menyelamatkan ekonomi keluarga.

Beberapa Jenis Cincin berdasar bahan dasar yang digunakan:

Cincin Lapis Perak

Biasanya cincin ini sering disebut cincin peral alay yang berasal dari kata “Alloy” yang artinya besi, cincin ini akan terasa kasar dikenakan dijari anda dan biasanya cincin ini untuk cincin batu akik yang sering digunakan oleh Pria berumur antara 35 tahun sampai 70 tahun.

 Cincin Lapis Emas

Cincin seperti ini juga disebut Gold Plated Ring yang banyak dijadikan sebagai cincin casual untuk dipakai sehari-hari, dengan bahan dasar besi atau perak yang kemudian di lapisi emas sesuai kadar yang diinginkan dapat menjadikan cincin tersebut hampir menyerupai emas dalam bentuk penampilan luarnya, akan tetapi kurang baik untuk di beberapa jari orang  yang mudah terkena alergi. Cincin seperti ini dipasaran harganya berkisar antara Rp. 100.000,- sampai Rp.200.000,-

Cincin isi Emas

Cincin Peridot CZ Ring 7
Besi metal yang dicapur dengan emas putih atau kuning yang dibuat di pabrik metalurgi. Cincin dengan bahan metal gold filled lebih kuat terhadap keringat dan perubahan cuaca sehingga kadar emasnya sangat awet dan juga tidak menimbulkan efek negatif pada kesehatan kulit alias tidak menimbulkan alergi pada kulit sensitif.
Bentuk dan warnanya sangat mirip dengan cincin emas dan bahkan lebih bagus lagi. Cincin seperti ini biasa disebut dengan Gold Filled Ring yang dijual dipasaran antara Rp. 200.000,- sampai Rp. 350.000,-


Cincin Perak

Cincin Solid Silver 925 Ring 6
Cincin perak ada beberapa kadar yang dipakai dipasara, yang terkenal diantaranya adalah kadar perak 925 atau disebut Silver 925 yang juga kadang di sebut Sterling Silver 925 yang artinya Perak Kokoh berkadar 925. Biasanya cincin perak 925 asli memiliki cap “925” didalam kerangka aslinya, akan tetapi belakangan dipasaran juga banyak ditemui cincin lapis perak yang memiliki cap 925, cara membedakan yang terbaik adalah cincin silver 925 yang asli akan terasa lebih kasar dan lebih lengket jika di raba oleh pori-pori jari tangan anda, sedangkan cincin lapis perak bisa lebih kasar atau bisa lebih halus dan licin sementara silver 925 yang asli proporsi kasar dan halusnya memiliki ciri khas yang lebih sempurna.
Cincin perak 925 banyak dijual dipasaran dikisaran harga Rp. 450.000,- sampai jutaan rupiah, juga tergantung bentuk dan model serta batu yang digunakan, jika menggunakan batu permata alami biasanya dijual diatas Rp. 1jt. Jenis kadar cincin perak lainnya adalah solid silver 999 yang harganya lebih mahal dari perak 925.

Minggu, 07 Juni 2015

cincin kawin

Sejarah Cincin Kawin

Secara instan seorang yang sudah menikah dapat dilihat dari cincin yang melingkar di jarinya. Cincin kawin yang merupakan simbol penyatuan antara laki-laki dan perempuan di dalam institusi pernikahan mempunyai sejarah yang panjang dan misterius. Sejarah tersebut dimulai dari gurun pasir di utara Afrika, di daerah subur sepanjang sungai Nil di mana peradapan Mesir kuno berada. Sungai Nil merupakan simbol keberuntungan dan kehidupan bagi rakyat Firaun ini, dan dari tumbuhan yang tumbuh di tepi sungai kehidupan tersebut cincin kawin pertama dibentuk. Rumput dan alang-alang yang tumbuh berdampingan dengan papirus dipilin dan dikepang menjadi bentuk cincin untuk disematkan di jari.
Cincin yang berbentuk lingkaran merupakan simbol keabadian bagi orang Mesir, dan bagi banyak peradaban kuno lainnya. Seperti waktu, ia tidak mempunyai awal dan akhir. Bentuknya melambangkan simbol dari matahari dan bulan yang mereka sembah, sementara lubang ditengah melambangkan pintu menuju kesebuah kejadian yang diketahui dan tidak diketahui. Karena itu juga cincin mulai diasosiasikan dengan cinta, dengan harapan ungkapan perasaan yang paling indah ini dapat membawa karakteristik lingkaran yang abadi. Mereka memakainya sama seperti kita hari ini, di jari manis tangan kiri, karena mereka mempercayai nadi jari tersebut datang dari hati.
Legenda ini berlanjut kepada bangsa Yunani, ketika mereka menaklukan Mesir dibawah pimpinan Alexander Agung pada tahun 332 sebelum Masehi. Dan terus berlanjut ke bangsa Romawi, yang menyebutnya “Vena Amoris”, atau berarti “nadi cinta”.
Cincin pertama ini biasanya hanya bertahan kurang lebih satu tahun sebelum putus dan rusak. Cincin dari rami merupakan awal alternatif pengganti, namun beberapa orang yang lain menginginkan material yang lebih tahan lama, seperti dari kulit, tulang atau gading untuk dijadikan sebagai simbol cinta mereka. Beberapa tahun kemudian, seni penempaan metal yang mulai berkembang mengambil alih pembuatan cincin. Pada awalnya pembuatan cincin kawin dengan bahan metal belum rapih, sehingga mereka sering menambahkan batu berharga untuk disertakan dalam cincin tersebut.
Pada zaman Roma, besi sebagai lambang kekuatan cinta seorang laki-laki kepada wanita pilihannya, banyak dipakai sebagai bahan dasar pembuatan cincin, walau mempunyai kelemahan yaitu mudah berkarat. Pada saat itu juga proses pemberian cincin dari seorang pria kepada wanita mulai dijadikan sebagai pengikat yang sah dan tak dapat dipisahkan. Walau terlihat seperti seorang wanita menjadi properti laki-laki, tapi pada kenyatannya ini juga melindungi hak seorang wanita sebagai calon mempelai, dan menghindari posisinya direbut oleh pesaingnya.
Cincin emas dan perak diberikan dengan tujuan untuk menunjukan kepercayaan seorang laki-laki pada tunangannya atas barang berharganya, dan lebih jauh, cincin tersebut kadang-kadang dibuat dengan bentuk kunci. Tidak untuk ditunjukan saat upacara pernikahan, tetapi pada saat mempelai pria membawa mempelai wanita menuju rumah baru.
Pada abad ke 17 perak menjadi unggulan di Inggris dan Perancis, dimana mereka menggunakan cincin kawin menjadi bagian dari mode puisi cinta yang berkembang dimasa itu. Mereka menuliskan kata-kata cinta yang sentimental di tubuh cincin, baik di bagian dalam atau di bagian luarnya, dimana ungkapan harapan dan keyakinan termasuk didalamnya. Ini sangat populer kala itu yang sedang demam dengan karya-karya Shakespeare. Adapun emas mulai mengambil alih lagi setelah itu, dan menggeser perak hanya sebatas sebagai ide cincin tunangan, sementara cincin duplikasinya yang terbuat dari emas menggantikannya pada saat hari pernikahan.